Thursday, July 11, 2013

Setelah Melejit ke 15 Bulan Tertinggi, Harga Minyak Mentah WTI Bergerak Nyaris Flat di Sesi Asia

Harga Minyak Mentah WTI Bergerak Nyaris Flat di Sesi Asia Setelah Melejit ke 15 Bulan TertinggiPada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah WTI kembali melanjutkan kenaikan dan lagi-lagi mencapai level paling tinggi dalam 14 bulan belakangan (10/07). Harga minyak mentah WTI didukung oleh data dari American Petroleum Institute yang menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat mengalami penurunan sebesar nyaris 9 juta barel minggu lalu.

Pergerakan harga minyak mentah Brent di London tampak mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, seiring dengan kondisi data China yang memburuk. Pengetatan likuiditas di China telah menimbulkan kepanikan psikologis di pasar. Para investor saat ini sedang mengamati kondisi ekonomi China yang kurang mumpuni. Data terbaru menunjukkan bahwa ekspor dan impor dari negara ini mengalami penurunan di bulan Juni. Ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi di China memang masih lesu.

Sementara pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah jenis WTI diperdagangkan di kisaran tertinggi dalam 15 bulan belakangan setelah adanya laporan bahwa pasokan minyak mentah AS turun untuk dua minggu berturut-turut (11/07). Premi harga Brent terhadap WTI mengecil hingga mencapai level terendah sejak bulan November tahun 2010.

Harga minyak mentah mengalami pergerakan yang volatil pada sesi perdagangan hari ini. Harga komoditas ini fluktuatif sempat mengalami kenaikan tajam sebesar 2.9 persen pada perdagangan kemarin. Kenaikan harian ini merupakan yang terbesar dalam dua bulan belakangan.

Pasokan minyak mentah di Amerika Serikat mengalami penurunan sebesar 9.87 juta barel minggu lalu, menurut data yang dirilis oleh Energy Infromation Administration. Penurunan ini jauh melebihi estimasi yang hanya sebesar 3.2 juta barel.

Hari ini harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Agustus turun tipis saja sebesar 5 sen dan diperdagangkan pada posisi 106.47 dollar per barel. Pada perdagangan kemarin harga minyak mentah ini sempat menguat ke level 106.52 collar, penutupan tertinggi sejak tanggal 27 Maret tahun 2012 yang lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan pergerakan menguatnya. Hari ini harga minyak mentah berjangka diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 103 – 110 dollar per barel.

No comments:

Post a Comment