Pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah tampak mengalami pergerakan yang masih tertahan di sekitar level paling rendah dalam lebih dari dua minggu belakangan. Harga komoditas ini tertekan di tengah spekulasi bahwa pemulihan ekonomi China akan terancam oleh pengetatan likuiditas yang diberlakukan pihak berwenang di negara ini.
Harga minyak mentah hari ini mengalami pergerakan yang fluktuatif dan bergerak di kisaran positif dan negatif setelah minggu lalu membukukan penurunan mingguan sebesar 4.3 persen. Isu mengenai pengetatan likuiditas di China masih menjadi fokus utama saat ini.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Agustus mengalami penurunan sebesar 21 sen hari ini dan diperdagangkan pada posisi 93.48 dollar per barel. Pada akhir pekan lalu harga kontrak ini melemah sebesar 1.45 dollar atau 1.5 persen dan ditutup pada posisi 93.69 dollar yang merupakan harga penutupan paling rendah sejak tanggal 4 Juni lalu.
Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman bulan Agustus juga tampak mengalami pelemahan hari ini. Harga minyak mentah di bursa London tersebut melemah 40 sen dan ditransaksikan pada posisi 100.51 dollar per barel.
Namun pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami kenaikan untuk pertama kalinya dalam empat hari belakangan (25/06). Kenaikan anomali pada harga komoditas ini terjadi setelah adanya kabar penutupan tiga pipa minyak di Alberta, Kanda akibat kebanjiran.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI mengalami kenaikan sebesar 1.6 persen. Kenaikan harian tersebut merupakan yang paling besar sejak tanggal 3 Juni lalu. Situasi yang terjadi di Alberta tampaknya lebih buruk dari yang diproyeksi sebelumnya. Terbatasnya pasokan dari Kanada akan berdampak kepada naiknya permintaan minyak dari AS.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak bulan Agustus mengalami peningkatan sebesar 1.49 dollar dan ditutup pada posisi 95.18 dollar per barel. Sebelumnya harga minyak mentah sempat mengalami penurunan sebesar 1.02 dollar dan mencapai level 92.67 dollar per barel yang merupakan posisi paling rendah sejak tanggal 4 Juni.
Penutupan pipa minyak di Kanada ini diperkirakan akan mengakibatkan turunnya pasokan minyak mentah di AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas ini masih akan terangkat akibat kekhawatiran mengenai pengetatan pasokan. Untuk sementara harga minyak mentah akan mengalami pergerakan pada kisaran 92.00 – 98.00 dollar.
Harga minyak mentah hari ini mengalami pergerakan yang fluktuatif dan bergerak di kisaran positif dan negatif setelah minggu lalu membukukan penurunan mingguan sebesar 4.3 persen. Isu mengenai pengetatan likuiditas di China masih menjadi fokus utama saat ini.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Agustus mengalami penurunan sebesar 21 sen hari ini dan diperdagangkan pada posisi 93.48 dollar per barel. Pada akhir pekan lalu harga kontrak ini melemah sebesar 1.45 dollar atau 1.5 persen dan ditutup pada posisi 93.69 dollar yang merupakan harga penutupan paling rendah sejak tanggal 4 Juni lalu.
Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman bulan Agustus juga tampak mengalami pelemahan hari ini. Harga minyak mentah di bursa London tersebut melemah 40 sen dan ditransaksikan pada posisi 100.51 dollar per barel.
Namun pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami kenaikan untuk pertama kalinya dalam empat hari belakangan (25/06). Kenaikan anomali pada harga komoditas ini terjadi setelah adanya kabar penutupan tiga pipa minyak di Alberta, Kanda akibat kebanjiran.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI mengalami kenaikan sebesar 1.6 persen. Kenaikan harian tersebut merupakan yang paling besar sejak tanggal 3 Juni lalu. Situasi yang terjadi di Alberta tampaknya lebih buruk dari yang diproyeksi sebelumnya. Terbatasnya pasokan dari Kanada akan berdampak kepada naiknya permintaan minyak dari AS.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak bulan Agustus mengalami peningkatan sebesar 1.49 dollar dan ditutup pada posisi 95.18 dollar per barel. Sebelumnya harga minyak mentah sempat mengalami penurunan sebesar 1.02 dollar dan mencapai level 92.67 dollar per barel yang merupakan posisi paling rendah sejak tanggal 4 Juni.
Penutupan pipa minyak di Kanada ini diperkirakan akan mengakibatkan turunnya pasokan minyak mentah di AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas ini masih akan terangkat akibat kekhawatiran mengenai pengetatan pasokan. Untuk sementara harga minyak mentah akan mengalami pergerakan pada kisaran 92.00 – 98.00 dollar.
No comments:
Post a Comment