Perdagangan minyak mentah pada sore hari ini memang masih cenderung melemah. Minyak mentah tersebut kembali mengalami tekanan yang diakibatkan oleh adanya sebuah kekhawatiran pasar mengenai prospek ekonomi China dimana hari ini Goldman Sachs menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi China untuk tahun ini akan mengalami penurunan ke level 7,4%. Level tersebut lebih rendah dibandingkan prediksi di awal tahun yang sebesar 7,8%.
Disaat yang bersamaan, pemerintah Amerika Serikat yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri, John Kerry, menyatakan akan menyiapkan pasukan untuk menyelamatkan kondisi keamanan di Suriah. Program tersebut sebelumnya telah dicanangkan oleh Presiden Barrack Obama yang menyatakan prihatin kepada berlarut-larutnya perang sipil di negara tersebut.
Harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan sebesar 48 sen menjadi 93,21 dollar per barel. Sedangkan minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan sebesar 80 sen menjadi 100,11 dollar per barel.
Dan pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah tampak mengalami pergerakan yang masih tertahan di sekitar level paling rendah dalam lebih dari dua minggu belakangan (24/06). Harga komoditas ini tertekan di tengah spekulasi bahwa pemulihan ekonomi China akan terancam oleh pengetatan likuiditas yang diberlakukan pihak berwenang di negara ini.
Harga minyak mentah hari ini mengalami pergerakan yang fluktuatif dan bergerak di kisaran positif dan negatif setelah minggu lalu membukukan penurunan mingguan sebesar 4.3 persen. Isu mengenai pengetatan likuiditas di China masih menjadi fokus utama saat ini.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Agustus mengalami penurunan sebesar 21 sen hari ini dan diperdagangkan pada posisi 93.48 dollar per barel. Pada akhir pekan lalu harga kontrak ini melemah sebesar 1.45 dollar atau 1.5 persen dan ditutup pada posisi 93.69 dollar yang merupakan harga penutupan paling rendah sejak tanggal 4 Juni lalu.
Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman bulan Agustus juga tampak mengalami pelemahan hari ini. Harga minyak mentah di bursa London tersebut melemah 40 sen dan ditransaksikan pada posisi 100.51 dollar per barel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Harga minyak mentah berpotensi untuk kembali mengetes level support di 92 dollar. Sementara itu level resistance akan ditemui pada posisi 96 dollar.
Disaat yang bersamaan, pemerintah Amerika Serikat yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri, John Kerry, menyatakan akan menyiapkan pasukan untuk menyelamatkan kondisi keamanan di Suriah. Program tersebut sebelumnya telah dicanangkan oleh Presiden Barrack Obama yang menyatakan prihatin kepada berlarut-larutnya perang sipil di negara tersebut.
Harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan sebesar 48 sen menjadi 93,21 dollar per barel. Sedangkan minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan sebesar 80 sen menjadi 100,11 dollar per barel.
Dan pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah tampak mengalami pergerakan yang masih tertahan di sekitar level paling rendah dalam lebih dari dua minggu belakangan (24/06). Harga komoditas ini tertekan di tengah spekulasi bahwa pemulihan ekonomi China akan terancam oleh pengetatan likuiditas yang diberlakukan pihak berwenang di negara ini.
Harga minyak mentah hari ini mengalami pergerakan yang fluktuatif dan bergerak di kisaran positif dan negatif setelah minggu lalu membukukan penurunan mingguan sebesar 4.3 persen. Isu mengenai pengetatan likuiditas di China masih menjadi fokus utama saat ini.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Agustus mengalami penurunan sebesar 21 sen hari ini dan diperdagangkan pada posisi 93.48 dollar per barel. Pada akhir pekan lalu harga kontrak ini melemah sebesar 1.45 dollar atau 1.5 persen dan ditutup pada posisi 93.69 dollar yang merupakan harga penutupan paling rendah sejak tanggal 4 Juni lalu.
Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman bulan Agustus juga tampak mengalami pelemahan hari ini. Harga minyak mentah di bursa London tersebut melemah 40 sen dan ditransaksikan pada posisi 100.51 dollar per barel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Harga minyak mentah berpotensi untuk kembali mengetes level support di 92 dollar. Sementara itu level resistance akan ditemui pada posisi 96 dollar.
No comments:
Post a Comment